Posted in gheebah, islam, moral, muslims, taqwa, Uncategorized

The Tongue

One of the greatest ni’mah Allah gave to mankind is the tongue. I mean like i just realized this and it’s really amazing you know. Imagine that 6 Billion people in this earth is have no tongue, how would they communicate? How would they share their ideas one and another? So we really need to be grateful of this ni’mah. Imagine yourself if you suddenly can’t speak!

Now if we look in the Qur’an Allah explained this huge ni’mah in one of his ayah.

عَلَّمَهُ الْبَيَانَ [٥٥:٤]

He has taught him speech. (Ar-Rahmah:3)

But from my view, sometimes we get delluted by this ni’mah and use it for the things that Allah forbid it. They use it on backbite, slander, speaking without knowledge. They take it as easy things. But we shoud remember that every single of our words are recorded! We should remember that every word that we pour from our mouth regarding other people will be asked by Allah ta’ala. Isn’t it a man with his words can enter Islam? Or the opposite he can be a murtad wal iyyadzu billah. Isn’t it a man can be married only from his word that he said? So this thing is not a small things my brother.

And the things that I saw in my life also, that we sometimes speak as if we have to speak all the time, haha. You know that awkward moment when there is nothing in the air except silence? You are looking for words to speak but you can’t find it? Sometimes you just need to be silence my brother. Try to be silent much, or if you can , try to fast at Monday and Thursday as the Sunnah of the Prophet Shallallahu Alaihi Wa Sallam and do not talk much in that day. You will find peace. You will find rest.

So the important thing is our brother, that we should keep to guard our tongue. It is better to be silent and not talk much rather than talking much and make lots of sins in our saying. But it doesn’t mean we have to be silent all the time, no. Just keep in the middle between silent and talking too much.

And remember this hadeeth from the Prophet Shallahu Alaihi Wa Sallam, a very beautiful hadeeth.

Abû Hurayrah relates that Allah’s Messenger (peace be upon him) said: “Whoever believes in Allah and the Last Day should speak a good word or remain silent. And whoever believes in Allah and the Last Day should show hospitality to his neighbor. And whoever believes in Allah and the Last Day should show hospitality to his guest.” [ Sahîh al-Bukhârî and Sahîh Muslim ]

Posted in habits, inspiration, islam, muslims, thoughts

Lughotuna Al-‘Arabiyah

Inilah alasan bagimu -wahai saudara muslimku- mengapa kau harus mempelajari bahasa Arab ini.

0332-300x225

  1. Bahasa Al-Quranul Karim Bahasa Arab

Tidakkah engkau perhatikan saudaraku bahwasanya Al-Quran, kitab yang penuh dengan berkah ini berbahasa Arab. Tidakkah engkau ingin membaca pesan-pesan dari Allah ta’ala dengan bahasa aslinya yang ia turunkan? Sungguh barangsiapa yang membacanya dengan bahasa aslinya akan menemukan kelezatan yang berbeda dari hanya membaca terjemahannya.

إِنَّا أَنْزَلْنَاهُ قُرْآنًا عَرَبِيًّا لَعَلَّكُمْ تَعْقِلُونَ


Sesungguhnya Kami menurunkannya berupa Al Quran dengan berbahasa Arab, agar kamu memahaminya. (Yusuf:2)

Barangsiapa yang membacanya dengan bahasa Arab, akan lebih mudah untuk mentadabburinya, merenunginya, dan berinteraksi dengannya. Maka marilah saudaraku kita sama-sama mempelajari bahasa yang mulia ini.

2.  Bahasa Nabi Kita Shallahu Alaihi Wa Sallam

 Nabi kita Nabi Muhammad Shallallahu Alaihi Wa Sallam, bahkan dilahirkan di Arab. Maka suatu keanehan bagi mereka yang membenci bahasa Arab dan budayanya, sungguh aneh. Bayangkan ketika kita memahami bahasa Arab maka kita dapat memahami hadits Nabi Shaallallahu Alaihi Wa Sallam. Kita tidak akan terombang-ambing dengan terjemahan-terjemahan yang berbeda diantara pihak-pihak yang ada. Maka tidakkah kita ingin memahami sabda-sabda Nabi kita Shallallahu Alaihi Wa Sallam dengan lebih baik? Tentu kita ingin.

Katakanlah (hai Muhāmmad), jika kalian (benar-benar) mencintai Allâh maka ikutilah aku, niscaya Allah akan mencintai kalian dan Allah akan mengampuni dosa-dosa kalian, dan Allah Māhapengampun lagi Mahapenyayang” (QS. Al-‘Imrân: 31)

3. Bahasa Arab itu Indah

Jika kita perhatikan saudara-saudaraku, bahasa Arab adalah bahasa yang sangat indah. Dari yang penulis perhatikan, struktur dasar yang ada pada setiap kata kerja kebanyakan hanya terdiri dari 3 huruf, ka-ta-ba = menulis, fa-‘a-la = melakukan, dza-ha-ba= pergi dan dari 3 huruf itulah dapat dikembangkan menjadi pola-pola kalimat yang lebih tinggi.

Dan tidakkah terpikir oleh kita sekalian, rasanya berbeda ketika kita mendengarkan salah satu Qori’ yang indah seperti As-Sudais, Salah Bukhatir, Shuraim, bacaan mereka lebih indah didengar dan direnungi daripada lagu-lagu yang tersebar di zaman modern ini. Inilah salah bukti bahwa bahasa Arab ialah bahasa yang indah, bahasa yang dapat menyentuh hati manusia.

 

 

 

Posted in gheebah, islam, moral, muslims, taqwa

Beware of Backbites!

Bismillah

Allah has granted us many ni’mah from his side. So if you look to your own life, till this day, you’ll realize that you can’t do nothing except that Allah has helped you regarding that matters. Don’t you see how Allah is very merciful and compassionate? He sends rains, He created the skies, He fills this earth with all the things that we need and so on. And these ni’mah can result in one of both : Either you are being grateful or being forgetful.

And one of the biggest ni’mah that Allah has given to us is He made tongue for all of us, that we can use it for goods and bads. But, unfortunately some of us forget this ni’mah. This causes them not caring about any sins or mistakes regarding this tongue. And one of the most forgotten things regarding this is “Backbiting”

It was narrated from Abu Hurayrah (may Allah be pleased with him) that the Messenger of Allah (peace and blessings of Allah be upon him) said: “Do you know what gheebah (backbiting) is?” They said, “Allah and His Messenger know best.” He said, “Saying something about your brother that he dislikes.” It was said, “What if what I say about my brother is true?” He said, “If what you say is true then you have backbitten about him, and if it is not true, then you have slandered him.” 

[Muslim]

Allah even said in the Qur’an

“neither backbite one another. Would one of you like to eat the flesh of his dead brother? You would hate it (so hate backbiting). And fear Allah. Verily, Allah is the One Who forgives and accepts repentance, Most Merciful” [49:12]

You see how evil are what the Backbites have already done! They have nice attitudes in front of the people; yet when other people are absence they talked lots of bad things about them as if they were already perfect! Can you imagine one people spreading in different groups talking about the shortcoming of everyone they can?! Doesn’t he fear the Akhirah? 

Abu Huraira reported: The Messenger of Allah, peace and blessings be upon him, said, “Do you know who is bankrupt?” They said, “The one without money or goods is bankrupt.” The Prophet said, “Verily, the bankrupt of my nation are those who come on the Day of Resurrection with prayers, fasting, and charity, but also with insults, slander, consuming wealth, shedding blood, and beating others. The oppressed will each be given from his good deeds. If his good deeds run out before justice is fulfilled, then their sins will be cast upon him and he will be thrown into the Hellfire.

So fear Allah and control your tongue!

Posted in inspiration, islam, muslims, Uncategorized

Syababul Islam

Wahai para pemuda islam, dimanakah engkau? Dimanakah kehormatan kaum muslimin? Sungguh kita telah mengetahui kebenaran agama ini, kita telah mengetahui mukjizat Rasulullah shallahu alaihi wa salllam tetapi kita termasuk orang – orang yang lalai. Kita disibukkan dengan musik, kita disibukkan dengan film-film Hollywood, kita disibukkan dengan seluruh perhiasan dunia dengan prasangka hidup ini seakan abadi, mumpung masih muda katanya tetapi apakah mereka tidak berfikir : berapa banyak pemuda yang mati tanpa disangka. Maka benarlah suatu perkataan : kematian itu seperti sakit, kau tidak tahu kapan ia akan datang

 

Maka bangunlah Wahai Para Pemuda!

 

Tidakkah kita ingat Khalid bin Walid? Yang dengan pedangnya ia memporak-porandakan Imperium Persia? Tidakkah kita ingat Bilal bin Rabah, disiksa dibawah panasnya matahari ditambah panasnya gurun pasir arab, ia disiksa karena membela keyakinan islam? Tidakkah kita ingat para Imam-imam dan Ulama? Berjalan dari satu negeri ke negeri yang lain haus akan ilmu, haus untuk berkorban bagi Islam. Tidakkah kita ingat 2 bersaudara yang juga merupakan pemuda yang telah membunuh komandan kaum kafir? Sungguh mereka hidup dengan makna, mereka berkorban untuk Islam dan mereka benar-benar rela mati untuknya? Tetapi apa yang terjadi dengan kita? Angan-angan dunia masih menggantung kita, tak lelah-lelahnya kita mencari kesenangan dunia padahal kita lupa dunia itu fana. Apa yang terjadi dengan kita? Kita tetap bersikeras membohongi diri sendiri untuk bertaubat kelak di hari tua? Subhanallah, apakah kita memiliki jaminan di sisi Allah bahwa umur kita akan sampai ke hari tua? Apakah kita yakin bahwa umur kita masih panjang?

 

Di pagi hari ia berambisi untuk dunia

Di sore hari ia menyesal didalam kuburnya

 

Maka camkanlah wahai ikhwan bahwa setiap detik adalah nikmat dari Allah, setiap nafas yang keluar, setiap kedipan mata, setiap detakan jantung. Maka pergunakanlah masa muda ini untuk Taat pada Allah! Pergunakanlah masa mudamu ini sehingga engkau bisa bersantai di hari tuamu. Sholat Dhuha. Sholat Rawatib. Bacalah Al-Quran. Pelajarilah sunnah dan implementasikan ia dalam kehidupanmu. Supaya kelak ketika kita di hari Kiamat menjadi ia yang dijelaskan oleh Al-Haqqah ayat 20-24

 

Adapun orang-orang yang diberikan kepadanya kitabnya dari sebelah kanannya, maka dia berkata: “Ambillah, bacalah kitabku (ini)”. Sesungguhnya aku yakin, bahwa sesungguhnya aku akan menemui hisab terhadap diriku. Maka orang itu berada dalam kehidupan yang diridhai, dalam surga yang tinggi, buah-buahannya dekat, (kepada mereka dikatakan): “Makan dan minumlah dengan sedap disebabkan amal yang telah kamu kerjakan pada hari-hari yang telah lalu”.

 

Inilah saatnya kita berubah. Marilah ukir sejarah kita untuk islam