Posted in opinion, opinions, principles, retmaret, selfhelp, thoughts, Uncategorized

Waktu

Akhir-akhir ini, seakan ada suatu hal yang berubah. ya itu adalah kesadaran. Ketika kesadaran kita berubah, maka berubahlah arah hidup kita. Jika seseorang yang sering sekali menggeluti buku, maka lingkup kesadarannya mungkin banyak tertuju pada buku, mungkin ia tidak berpikiran tentang seni ataupun olahraga, karena hal itu ada di luar lingkup kesadaran atau tujuannya.

Namun, akhir-akhir ini ada suatu hal yang menyentil kesadaran, dan begitu kesadaran itu terang, seakan membuka dunia baru. Kesadaran itu adalah waktu. Tidakkah kita sadar? Waktu yang kita miliki sebenarnya sangatlah banyak, namun apa aktibvitas yang telah benar-benar kita lakukan dalam hidup kita? Jlebb pertanyaan ini menusukku. Seakan aku tahu, selama ini aku hanyalah bersenda gurau di dunia tanpa arah. Itulah yang aku rasakan.  Selama ini kita seakan hanyalah mengikuti mayoritas dan mainstream orang lain. Selama ini kita mungkin masih tertidur dalam kelalaian dan ketidaksadaran, namun tidakkah kita tahu? Sebenarnya kita berkuasa akan waktu kita.

Kita berkuasa pada waktu kita, dan kita dapat menggunakannya untuk sesuatu yang bermanfaat. Kebanyakan kita terjebak dalam siklus pergi sekolah, pulang sekolah, makan, main, dan mengerjakan pr. Namun hei, ada sesuatu yang lebih dari itu!

Masih banyak jutaan hal di dunia ini yang belum kita coba, masih banyak hal yang dapat kita pelajari, programming, bahasa arab, menulis, membaca, bertemu komunitas, maka sungguh kita dapat memanfaatkan waktu luang kia  untuk melakukan hal-hal seperti itu.

Advertisements
Posted in berjuang, inspiration, islam, mind, moral, muslims, opinion, opinions, principles, taqwa, thoughts

Prinsip Islam.

بسم الله الرحمن الرحيم

Bertanyalah seseorang, jika agama Islam ini adalah agama unik, maka dimanakah letak keunikannya?

Maka aku katakan, cobalah wahai saudaraku lihatlah al-quran. Isinya merupakan argumen-argumen dan dalil yang kuat akan monoteisme. Dan diantara yang quran ajarkan pada kami adalah

Berkata dengan Ilmu.

Yah, inilah sebuah manhaj (prinsip )yang agung. Karena dengan berkata dengan ilmu, berarti bahwa seluruh yang disampaikan oleh agama ini ialah seluruh yang dapat dibuktikan oleh akal maupun sains.

Maka jika ada yang mengatakan sesuatu padamu, katakanlah : ” Dimana buktimu?”

Dan mereka (Yahudi dan Nasrani) berkata: “Sekali-kali tidak akan masuk surga kecuali orang-orang (yang beragama) Yahudi atau Nasrani”. Demikian itu (hanya) angan-angan mereka yang kosong belaka. Katakanlah: “Tunjukkanlah bukti kebenaranmu jika kamu adalah orang yang benar”.

Albaqarah ayat 111

Maka inilah Islam, Islam mengajarkan kami untuk selalu mengikuti kebenaran dan yang dibuktikan. Karena ada diantara manusia yang melakukan sesuatu karena hanya sekedar keinginannya sendiri. Tidakkah kau lihat orang-orang musyrikin Mekkah dahulu? Apakah alasan mereka menyembah berhala-berhala yang tidak dapat mendatangkan manfaat maupun bahaya? Mengikuti nenek moyang. Dan diantara manusia ada yang melakukan sesuatu karena hanya ingin mencari kesenangan di dalamnya.

Dan mereka tidak mempunyai sesuatu pengetahuanpun tentang itu. Mereka tidak lain hanyalah mengikuti persangkaan sedang sesungguhnya persangkaan itu tiada berfaedah sedikitpun terhadap kebenaran

Annajm ayat 28

Maka penulis mengajak dirinya sendiri dan pembaca untuk selalu memegang teguh prinsip ini. Semoga Allah melindungi kita dari mengikuti prasangka bukannya kebenaran.

Posted in berjuang, inspiration, islam, mind, moral, muslims, opinion, opinions, principles, taqwa, thoughts

Prinsip Islam.

بسم الله الرحمن الرحيم

Bertanyalah seseorang, jika agama Islam ini adalah agama unik, maka dimanakah letak keunikannya?

Maka aku katakan, cobalah wahai saudaraku lihatlah al-quran. Isinya merupakan argumen-argumen dan dalil yang kuat akan monoteisme. Dan diantara yang quran ajarkan pada kami adalah

Berkata dengan Ilmu.

Yah, inilah sebuah manhaj (prinsip )yang agung. Karena dengan berkata dengan ilmu, berarti bahwa seluruh yang disampaikan oleh agama ini ialah seluruh yang dapat dibuktikan oleh akal maupun sains.

Maka jika ada yang mengatakan sesuatu padamu, katakanlah : ” Dimana buktimu?”

Dan mereka (Yahudi dan Nasrani) berkata: “Sekali-kali tidak akan masuk surga kecuali orang-orang (yang beragama) Yahudi atau Nasrani”. Demikian itu (hanya) angan-angan mereka yang kosong belaka. Katakanlah: “Tunjukkanlah bukti kebenaranmu jika kamu adalah orang yang benar”.

Albaqarah ayat 111

Maka inilah Islam, Islam mengajarkan kami untuk selalu mengikuti kebenaran dan yang dibuktikan. Karena ada diantara manusia yang melakukan sesuatu karena hanya sekedar keinginannya sendiri. Tidakkah kau lihat orang-orang musyrikin Mekkah dahulu? Apakah alasan mereka menyembah berhala-berhala yang tidak dapat mendatangkan manfaat maupun bahaya? Mengikuti nenek moyang. Dan diantara manusia ada yang melakukan sesuatu karena hanya ingin mencari kesenangan di dalamnya.

Dan mereka tidak mempunyai sesuatu pengetahuanpun tentang itu. Mereka tidak lain hanyalah mengikuti persangkaan sedang sesungguhnya persangkaan itu tiada berfaedah sedikitpun terhadap kebenaran

Annajm ayat 28

Maka penulis mengajak dirinya sendiri dan pembaca untuk selalu memegang teguh prinsip ini. Semoga Allah melindungi kita dari mengikuti prasangka bukannya kebenaran.